Kasus Narkoba dikatakan sebagai fenomena gunung es. Dibalik banyaknya kasus narkoba yang terungkap, diyakini masih ada lebih banyak lagi kasus-kasus dan jaringan narkoba yang masih aktif beroperasi. Jumlah jaringan dan kasus-kasus yang terungkap jelas belum diketahui (namanya juga belum terungkap, xp ). Akan tetapi, statistika implikasi penggunaan narkoba menunjukkan angka yang memprihatinkan. Sekitar 53 persen kasus penularan HIV di Indonesia terjadi akibat penggunaan narkotika dengan memakai jarum suntik bergantian. Temuan Komisi Penanggulangan Aids Nasional menunjukkan, sekitar 70 persen kasus penularan HIV di wilayah Jakarta dan sekitarnya adalah akibat pemakaian narkoba suntik. Di Jakarta, satu dari dua orang penasun di wilayah DKI Jakarta ternyata positif mengidap HIV. Penularan HIV/Aids pun lebih banyak terjadi pada kelompok usia produktif, yakni antara usia 20 tahun - 29 tahun. Data KPA Nasional menunjukkan, kasus HIV/Aids di Indonesia sampai bulan September 2006 dilaporkan sebanyak 11.600 kasus. Namun jumlah penyebarannya diperkirakan sudah mencapai 216.000 orang.
Banyak usaha yang telah dilakukan untuk menanggulangi masalah global ini. Saat ini telah banyak lembaga-lemabaga social yang bergerak dalam usaha pencegahan dan penanggulangan yang sifatnya resmi. Akan tetapi, bukan berarti kita lantas berhenti untuk ikut serta dan berinisiatif melakukan usaha baru yang mungkin akan sangat membantu. Usaha yang kini mulai dikembangkan misalnya terapi metadon.
Terapi metadon adalah suatu usaha mengurangi dampak ketergantungan pada beberapa jenis narkoba dengan metode substitusi. Metadon memiliki sifat yang mirip dengan heroin, kodein dan morfin. Metadon memiliki jangka waktu yang lebih panjang jika dibandingkan dengan heroin,morfin dan kodein. Dalam sehari, pasien hanya perlu mengkonsumsi metadon yang berbentuk sirup satu kali saja. Dosisnya pun dapat diatur.
Dengan sifat-sifatnya tersebut, terapi metadon memiliki harapan yang baru dalam usaha penanggulangan narkoba. Para pengguna narkoba suntik secara perlahan dapat dialihkan menjadi pasien terapi metadon. Selain memutus tali penularan virus HIV, terapi metadon memiliki harapan dalam mengurangi dampak kesakitan (sakau) bagi mantan pengguna narkoba.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar