Subhanallah...inilah yang Allah jelaskan tentang penciptaan kita ke dunia. Dari Sulalatin min tin, sari pati tanah yang didapatkan melalui makanan yang dikonsumsi kita, baik dari hewan maupun dari tumbuhan. Kemudian, terbentuklah nutfah, sperma yang telah Allah jadikan dari sari pati tanah tadi. Ribuan sperma yang masuk ke tubuh ibu ini kemudian berjuang untuk mencapai Fi qararin makin yang akhirnya hanya satu sperma saja yang boleh menembus sel telur ibu disini, di rahim. Terjadilah pembuahan yang kemudian membentuk ‘Alaqah. Embrio ini kemudian akan berkembang menjadi mudgah, segumpal daging yang terus akan berkembang lagi hingga ia memiliki tulang dan kerangka menjadi Izam. Setelah proses yang panjang dan insyaAllah sampai bulan ke-9,kita lahir dengan sebutan Khalqan Akhara,manusia yang baru.
Alhamdulillah...tidak henti seharusnya puji syukur kepada Allah SWT karena selesainya proses panjang ini. Kita pun menjadi kenal dan akrab dengan alam yang baru, dunia. Tapi...apa kita pun kenal dengan kewajiban kita sebagai rahmatan lil alamin, rahmat bagi sekalian alam...? Allah SWT berfirman,
“ Dan ingatlah Tuhamu berfirman kepada para malaikat,” Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi.” Mereka berkata,” Apakah Engkau hendak menjadikan (khilafah) dimuka bumi itu orang yang melakukan perusakan didalamnya dan mengalirkan darah. Dan kami bertasbih dengan memuji-Mu dan menyucikan hanya pada-Mu.” Maka Allah berfirman,”Sesungguhnya Aku Maha Tahu apa yang tidak kalian ketahui.” (QS. Al-Baqarah : 30).
Sadarlah kawan...Allah telah menjadikan kita sebagai wakilnya di bumi untuk memanfaatkan semua potensi yang telah Dia berikan dan tetap menjaga kelestarian alam. Tapi lihat, apa yang sudah kita lakukan pada bumi kita?
Bumi tak lagi bersih...

bumi tak lagi rindang...

tak lagi kokoh...

Tak lagi indah...
lantas,
dimana kita?
disini?

disini?

disini?

atau bersembunyi?

dimana kita???

Tidak ada komentar:
Posting Komentar